Tim Dota 2 asal Swedia, Alliance, baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi melepas semua pemain. Hal ini dilakukan oleh juara The International 2013 (TI3) itu karena para player mereka mengungkapkan ingin bermain dengan di lingkungan baru pada musim depan.
Kondisi ini membuat Alliance terancam bakal absen di Dota Pro Circuit (DPC) 2019-2020 yang merupakan salah satu sirkuit terbesar Dota 2 dunia dan jalur utama untuk tampil di The International.
Namun, kekhawatiran tersebut ditepis Alliance. Mereka menegaskan akan tetap aktif dan tampil di DPC 2019-2020.
Terlebih dengan telah ditentukannya bahwa Stockholm, Swedia, akan menjadi tuan rumah The International 2020 (TI10), Alliance bertekat untuk bisa kembali lolos dan tampil di hadapan publik sendiri.
- BOOM Esports langsung dipertemukan dengan Geek Fam di kualifikasi tertutup ESL One Hamburg 2019
- Demi tingkatkan tim esports dan puaskan fan, Manchester City kerja sama dengan FaZe Clan
“Dengan kepergian tim Dota 2 kami ini tidak akan mengubah tujuan untuk tetap bermain di panggung utama TI berikutnya. Kami tetap memiliki dedikasi untuk membangun tim kelas dunia baru dan berharap bisa membuktikannya kepada semua orang,” kata pelatih Aliance, Jonathan” Loda “Berg.
“Kami telah berhasil membangun tim secara bersama-sama para pemain ini sejak awal, bahkan tanpa memiliki pemain terkenal. Kami tahu bagaimana cara membangun tim dan hal itu ada pada diri kami,” tutur Loda.
Selain itu, Alliance juga bertekat untuk bisa membentuk tim baru yang berisikan para pemain lokal mereka.
Pada 2019, Alliance pun terbilang baru bangkit dengan berhasil kembali tampil di TI9 setelah absen pada dua gelaran sebelumnya.
BACA JUGA: Cita-cita mulia N0tail ketika pensiun dari Dota 2