Tim pemenang Kualifikasi Online Filipina, Cignal Ultra, berhasil melangkah ke babak grand finals pada babak Kualifikasi Regional Malaysia yang digelar di Sunway Pyramid, Kuala Lumpur, pada Sabtu (7/3/2020), untuk memperebutkan satu tiket ke event ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational.
Cignal Ultra berhasil lolos hingga babak grand final setelah memiliki perjalanan yang mulus di upper bracket, meski kemenangan demi kemenangan yang didapat tidak diraih dengan mudah.
Pada pertandingan pertama, Cignal Ultra berhasil meraih kemenangan 2-1 atas juara Kualifikasi Online Thailand, MS Chonburi. Sempat tertinggal di game pertama, wakil Filipina itu mampu bangkit dan melakukan comeback untuk melangkah ke final upper bracket.
Di babak tersebut, Cignal Ultra bertemu dengan tim asal Singapura Reality Rift yang tampil di Kualifikasi Regional Malaysia ini sebagai undangan dan lolos ke final upper bracket setelah mampu meraih kemenangan 2-1 atas juara Kualifikasi Online Vietnam, 496 Gaming.
Pada pertandingan tersebut, lagi-lagi Cignal Ultra harus tertingal terlebih dahulu. Mengandalkan Slark, Queen of Pain, dan Pangolier sebagai hero core mereka, Cignal Ultra harus mengakui keunggulan Reality Rift yang mengandalkan Troll Warlord, Outworld Devourer, dan Kunkka dengan skor 13-28 dalam waktu 36 menit.
Sementara pada game kedua, Reality Rift memiliki peluang untuk meraih kemenangan kedua mereka, terutama setelah sukses menyapu bersih hero lawan di sekitar pit Roshan.
Namun Cignal Ultra berhasil menemukan jawaban dari apa yang mereka butuhkan untuk bisa keluar dari tekanan lawan, plus mendapatkan momentum setelah sukses menjatuhkan hero Lifestealer dan Ember Spirit milik Reality Rift tanpa memiliki opsi buyback. Kedudukan pun kembali imbang.
- Dota Summit 12 resmi digelar beberapa hari sebelum Los Angeles Major
- Sempat unggul, BOOM harus akui kekalahan atas GAMBIT di ImbaTV Minor
Pada game ketiga, Cignal Ultra memiliki draft hero yang lebih baik ketimbang Reality Rift. Cignal Ultra memiliki Slardar, Faceless Void, dan Outworld Devourer sebagai core mereka, sementara Reality Rift mengandalkan Abaddon, Slark, dan Templar Assasin sebagai hero core.
Reality Rift sempat unggul di fase awal permainan, tetapi Cignal Ultra berhasil membalikkannya dengan cepat. Bahkan saat laga memasuki menit ke-26, Cignal Ultra memiliki keunggulan net worth 6.000 gold.
Reality Rift sempat mencoba peruntungan mereka dengan menggunakan smoke gank, tetapi Templar Assassin yang dikendalikan oleh AlaCrity dengan cepat berhasil dijatuhkan oleh Cignal Ultra dan langsung melakukan tekanan dan membuat hero-hero lawan lainnya kewalahan hingga membuat Reality Rift melakukan “GG Call” tanda menyerah. Cignal Ultra pun menang 2-1.
Di babak grand finals, Cignal Ultra masih harus menunggu calon lawannya antara Reality Rift dan pemenang dari pertandingan antara 496 Gaming vs MS Cerberus yang baru akan digelar pada Minggu (8/3/2020) di tempat yang sama.
BACA JUGA: Segala hal yang perlu diketahui soal kualifikasi regional ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational
