Seperti diketahui bahwa Valve Corporation sebagai developer dan publisher Dota 2 baru saja merilis patch gameplay terbaru versi 7.22g pada awal September 2019. Meski tak menghadirkan perubahan sebesar sebelumnya, hal ini dipercaya sedikit-banyak bakal mengubah meta kompetitif.
Jika berkaca kepada The International 2019 (TI9), hadirnya patch 7.22f telah mengubah banyak hal, terutama dari sisi pemilihan hero.
Hero-hero seperti Elder Titan dan Ogre Magi tiba-tiba menjadi hero favorit untuk dijadikan para pemain menjadi andalan di TI9.
Kini beberapa hero yang banyak digunakan di TI9 telah mengalami nerf alias penurunan kemampuan oleh Valve pada patch terbaru.
Perubahan ini sedikit-banyak terlihat berpengaruh di meta kompetitif seperti yang terjadi di turnamen Dota 2 ESL Indonesia Championship Season 2.
- Erick Herlangga: Esports Indonesia maju? Untuk si kaya atau si miskin?
- Pelatih timnas Mobile Legends prediksi Onic kembali juara MPL
Sepanjang putaran final turnamen tersebut yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Minggu (15/9/2019), hero-hero yang menjadi andalan para pro player di TI9 jarang terlihat menjadi pilihan para pemain.
Meski demikian, hal ini tidak dibenarkan oleh salah satu pentolan BOOM Esports, Randy Muhammad “Dreamocel” Sapoetra, setelah sukses mengantarkan timnya menjadi juara.
Menurut Dreamocel, patch tersebut sama sekali tidak mengubah meta kompetitif Dota 2 saat ini.
“Jika secara meta tidak terlalu banyak berubah dari meta TI9. Hero-hero yang sering digunakan seperti Alchemist, Enchantress, dan yang overpower di TI9 hanya berkurang sedikit,” ucap Dreamochel kepada ONE Esports.
“Mungkin perubahannya sekarang farming di hutan jadi lebih jarang karena ada nerf dari apa yang bisa didapat dari hutan,” katanya.
BACA JUGA: Alive, wonderkid penyempurna roster Aura