Setelah Nigma Esports bergabung menjadi tim ke-16 yang berhak tampil di turnamen major kedua pada Dota Pro Circuit (DPC) 2019-2020, DreamLeague Season 13: The Leipzig Major, sebagai juara WePlay! Bukovel Minor beberapa waktu lalu, kini pihak penyelenggara telah membagi semua tim ke dalam empat grup berbeda.

Juara MDL Chengdu Major, TNC Predator, berada di Grup A dan akan melakoni persaingan ketat dengan Nigma Esports, Fnatic, dan Team Aster.

Sementara di Grup B diisi oleh dua tim papan atas dunia, Team Secret dan Vici Gaming, yang akan bersaing dengan dua tim lainnya, Beastcoast dan Chaos Esports Club. Sedangkan di Grup C, Invictus Gaming dipertemukan dengan Alliance, Virtus.pro, dan Reality Rift.

Persaingan yang tak kalah ketat juga akan terjadi di Grup D, di mana Evil Geniuses bakal berduel dengan Team Liquid, Natus Vincere, dan paIN Gaming di Grup D.



Fase grup dari The Leipzig Major ini sudah akan dimulai pada Sabtu (18/1/2020) bertempat di Leipziger Messe, Leipzig, Jerman, dengan menggunakan format Decider Match, di mana setiap pertandingan yang ada akan digelar dengan sistem best-of-three (BO3).

Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke babak playoff di upper bracket, sementara dua terbawah harus mulai fase gugur tersebut dari lower bracket.

Pada hari pertama fase grup, setiap tim akan melakoni pertandingan Opening Match di masing-masing grup. Di Grup A, TNC Predator sudah harus berjumpa dengan Nigma Esports, sementara Fnatic bakal meladeni perlawanan Team Aster.

Sementara di Grup B juga bakal dibuka dengan pertarungan besar antara Vici Gaming menghadapi Team Secret, sementara Beastcoast menantang Chaos Club Esports.

Sedangkan di Grup C akan diawali dengan bentrokkan antara Invictus Gaming menghadapi Reality Rift sebelum menggelar laga antara Alliance vs Virtus.pro.

Terakhir di Grup D, Evil Geniuses akan berjumpa dengan Natus Vincere sebelum ditutup dengan pertandingan antara Team Liquid kontra paIN Gaming.

Layaknya turnamen major di DPC 2019-2020, The Leipzig Major ini juga akan memperebutkan prizepool sebesar US$1 juta (sekitar Rp13,6 miliar) serta 15.000 poin DPC, di mana tim pemenang akan menerima US$300.000 (Rp4 miliar) dan 4.850 poin DPC.

BACA JUGA: Garter sebut satu sistem yang bisa merusak esports Dota 2