Pengambilan keputusan menjadi sesuatu yang sangat penting pada kompetisi Esports. Mulai dari menggunakan kemampuan karakter individual sampai mengimplementasikan strategi tim.
Dota 2 sebagai salah satu Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) paling populer di dunia, sangat mengandalkan keputusan player yang bisa menentukan hasil akhir.
Sebuah penelitian dari Universitas York baru saja mempublikasikan pembuktian konsep network design Deep Learning. Ini adalah sebuah sistem yang bisa memprediksi kematian hero di Dota 2 lima detik sebelum terealisasi. Akurasinya pun ternyata cukup baik.
Demi melakukannya, tim peneliti sampai membuat studi pada lima ribu pertandingan profesional ditambah lima ribu duel semi-profesional dari turnamen kecil sampai liga. Semua dimainkan sebelum 5 Desember tahun lalu.
Berdasarkan data, para peneliti menyimpulkan bahwa kematian hero tak selalu punya korelasi dengan nilai hit point, karena adanya kemampuan healing, skil positioning, dan item yang bisa menjadi akibat kematian.
Setelah memahami itu, tim peneliti mematikan 287 fitur per hero, masing-masingnya dengan atribut berbeda (health points, pertumbuhan kekuatan per level, regenerasi HP, persentase pengurangan damage, dll). Itu menjadi bagian variabel dalam memprediksi.
Ada beberapa hal yang diperhitungkan, tak sekadar keadaan terkini hero. Tapi juga item yang aktif secara instan sampai perubahan health point yang bertahap.
Jarak posisi hero dengan musuh dan jumlah hostile unites seperti Towers, Nuetral Creeps, dan Summoned united yang terdekat dengan hero pun masuk kalkulasi. Ini menjadi faktor penting pada history visibilitas kedua tim untuk memutuskan apakah pemain akan mati atau tidak.
Setelah melengkapi segala macam variabel, para peneliti memasukkan data latihan itu ke dalam mesin algoritma. Data terdiri dari 2,870 input dan 57,6 juta data point individual. Hasilnya, sistem memprediksi setidaknya ada 10 pemain yang mati dalam jangka waktu lima detik.
Para peneliti pun sudah membayangkan bahwa sistem ini bisa digunakan oleh para komentator, agar mereka tak melewati tiap action yang terjadi di layar, seperti First Blood kills, sesuatu yang kerap terjadi tanpa disadari oleh pengamat.