Persaingan game FPS kini tengah memanas seiring dengan dirilisnya closed beta Valorant. Game garapan Riot Games tersebut disebut-sebut akan langsung mencuat dan membuat para pro player dari game sejenis bakal pindah.

Sejak awal, Valorant telah disamakan dengan Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO). Bahkan beberapa kali Riot Games menggelar turnamen dengan melibatkan para pemain, mantan pemain, dan streamer CS:GO.

Hal ini juga dipercaya sedikit banyak telah memengaruhi jumlah pemain CS:GO. Namun, data menunjukkan hal lain. Jumlah pemain untuk game FPS besutan Valve ini terus menunjukkan peningkatan.



Selama status lockdown diberlakukan di beberapa negara akibat pandemi COVID-19 ini, CS:GO kembali mempertajam rekor jumlah pemain mereka setiap bulannya. Bahkan, jumlahnya sangat signifikan.

Menurut blog resmi mereka, CS:GO kini telah berhasil mencapai rekor tertinggi jumlah pemain sebanyak 26,2 juta orang pada April 2020 atau meningkat sekitar 30% peningkatan jumlah unique user jika dibandingkan pada Maret lalu.

Pembaharuan yang terus dilakukan pengembang secara terus-menerus, seperti skin-skin senjata, kit musik baru, perbaikan senjata, dan bug demi meningkatkan pengalaman bermain game. Hal ini telah membuat CS:GO semakin diminati oleh para pemainnya, baik mereka yang aktif, baru, atau sudah lama tidak log in.

Hal ini secara tidak langsung menjadi penepis bahwa CS:GO saat ini tengah terinvasi oleh Valorant, meski beberapa pemain profesional dan mantan mereka sudah menyatakan kesiapan mereka untuk hengkang ke Valorant.

BACA JUGA: Activision dan Sony gelar kejuaraan dunia Call of Duty Mobile