Fnatic membuktikan bahwa mereka memiliki tim Counter Strike: Global Offensive yang berkualitas. Tak diunggulkan pada DreamHack Masters di Malmo, mereka malah berhasil menjadi juara.

Ini menjadi tahun ketiga DreamHack diadakan di Swedia, menengok fans CS di negara ini memang sangat besar. Banyak yang memprediksi bahwa Evil Geniuses, tim yang memperlihatkan debut istimewa di ESL ONE New York, akan kembali berjaya di sini. Faktanya tidak begitu.

EG malah kesulitan di fase grup dan kalah dari Grayhound dan mousesports. Adalah Fnatic yang justru memperlihatkan tajinya.



Bagaimana tidak, mantan major champions ini tampil begitu memukau di negaranya sendiri. Mereka menang atas G2 Esports, NiP, hingga Astralis. Sampai akhirnya di laga grandfinal Fnatic harus menghadapi tim kuat, Vitality.

Game berjalan sangat ketat. Di game pertama Vitality berhasil unggul 16-14 di map pick Dust 2. Namun, pada game kedua di Inferno, Fnatic yang mampu menang dengan skor yang juga tipis 19-16.

Sampai game penentu dilakukan di map Mirage. Yang mana Fnatic menunjukkan kualitasnya dengan kemenangan 16-13.

Kemeangan ini membuat Robin “flusha” Rönnquist, Maikil “goldenmajk” Selim, Jesper “JW” Wecksell, dan Freddy “KRIMZ” Johansson mendapatkan hadiah sebesar US$100 ribu atau setara Rp1,4 miliar.

BACA JUGA: Fitur baru pada update PUBGM 0.15.0