Sebuah pernyataan mengejutkan keluar dari mulut founder dari 100 Thieves, Matthew “Nadeshot” Haag. Ia memastikan bahwa timnya tak akan mengikuti satu pun turnamen Call of Duty di tahun 2020.
Keputusan ini menjadi pertanyaan bagi banyak pihak. Pasalnya Nadeshot seyogianya adalah mantan player COD yang cukup mumpuni. Meski begitu Nadeshot tak menutup kemungkinan adanya roster COD di lain waktu nanti.
“100 Thieves tak akan menjadi bagian dari kompetisi Call of Duty tahun depan. Kami tak akan ikut CDL, kami tak memiliki tim yang berkompetisi khusus untuk brand,” katanya.
- Gagal penuhi ekspektasi, 100 Thieves lepas semua roster Apex Legends
- Dapat dana US$35 juta, 100 Thieves bangun markas besar di Los Angeles
“Saya tidak mengatakan ini adalah akhir dari patisipasi 100 Thieves pada turnamen Call of Duty. Tapi untuk sekarang kami tak membentuk roster di game tersebut,” tambah dia.
Lebih lanjut Nadeshot menjelaskan bahwa organisasinya tidak mau membayar biaya untuk satu spot di franchise league, sistem yang memang dibentuk di turnamen COD.
Nadeshot memastikan bahwa 100 Thieves terlalu penting untuk mengikuti franchise league, yang mana sebuah liga memiliki branding spesifik seperti yang dilakukan Overwatch beberapa tahun terakhir.