Saudara Esports terus memperlihatkan perkembangannya di scene Arena of Valor Indonesia. Mereka akan kembali menantang EVOS Esports di grand final ASL by ESL season 3.
SES sebenarnya harus menghadapi BOOM Esports terlebih dahulu di babak semifinal. Pertandingan pun berjalan cukup ketat karena BOOM sempat menyulitkan SES.
Saudara Esports mengambil game pertama lebih dulu lewat permainan agresif yang diperlihatkan. BOOM yang tak siap akan kelugasan performa SES akhirnya menyerah di game pertama.
- Selain turnamen AOV ada hal menarik lain di grand final ASL season 3
- Brunhilda bisa jadi hero OP baru di Arena of Valor
Tapi di game kedua, BOOM yang dipimpin CL benar-benar memperlihatkan kualitasnya. Mereka bahkan membuat SES panik karena CL sebagai support mampu menopang rekan-rekannya untuk tampil maksimal. Game kedua dimenangi BOOM.
Sampai akhirnya di game penentu, SES membuktikan kualitasnya. Robox dkk benar-benar punya mental untuk melaju ke final.
Sementara itu di laga lainnya EVOS masih memperlihatkan keperkasaan sebagai raja AOV Indonesia. Melawan DG Esports, EVOS tak mengalami kesulitan sama sekali.
Carraway begitu sempurna memakai Valhein di game pertama. Sementara Wyvorz dengan Florentino begitu memikat memimpin EVOS di game kedua.
Tak ada perlawanan yang benar-benar baik sampai akhirnya EVOS yang melaju ke final menghadapi SES beberapa saat ke depan.
BACA JUGA: Kesepakatan Garena dan Erick Herlangga terkait turnamen AOV