Dominasi EVOS Esports di ranah Arena of Valor Indonesia sudah tak diragukan lagi. Meski begitu mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan trofi ASL by ESL season 3.
EVOS ditantang Saudara Esports (SES) pada laga puncak
ASL untuk AOV di Istora Senayan, Sabtu (14/9) WIB. Tak seperti dua final sebelumnya ketika EVOS juara dengan superioritas, kali ini mereka harus bermain lima game sebelum memastikan gelar ketiga secara beruntun.
Fall, Wyvorz, Carraway, Hanss, Pokka, dan Wiraww mendapat perlawanan luar biasa dari SES. Kejar mengejar terjadi pada lima game yang dihelat. Sampai akhirnya di game kelima, EVOS menang dengan comeback istimewa.
- Susah payah bungkam SES, EVOS raih gelar ketiga beruntun ASL by ESL
- Brunhilda bisa jadi hero OP baru di Arena of Valor
SES sempat unggul empat kill di awal game kelima. Sebelum akhirnya EVOS menemukan sentuhan terbaik dan tidak memaksa untuk war ganking menghadapi SES.
Fall angkat bicara soal gelar ini setelah laga. Dia mengaku para pemain sempat panik ketika SES unggul cepat di game kelima.
“Sempat tegang juga. Terus banyak juga rekan-rekan yang kayak bilang ‘sorry sorry’. Tapi pasti ada yang mengingatkan kita bisa menang kok late game,” ujar Fall.
“Memang peluang untuk kalah late game juga ada. Tapi kami jalanin aja apapun yang terjadi tak masalah,” tambah dia.
BACA JUGA: Kesepakatan Garena dan Erick Herlangga: Gaji player minimal UMR dan turnamen tanpa slot di AOV