Team Liquid sebagai perwakilan dari region EMEA yang tergabung dalam Grup B berhasil amankan satu tempat ke babak Knockouts VCT Masters Reykjavik 2022.

Kemenangan 2-1 atas tim kuda hitam asal region APAC, XERXIA memastikan bahwa Team Liquid sudah lolos ke babak Knockouts.

Berada di grup yang terbilang sengit, ScreaM dkk pun tidak gentar menghadapi semua lawan mulai dari Optic Gaming, XERXIA hingga KRU Esports.



Lantas, bagaimanakah perjalanan Team Liquid selama berada pada fase grup VCT Masters Reykjavik 2022? Yuk simak selengkapnya.


“Brothers Buff” jadi modal utama kekuatan Team Liquid

Team Liquid merupakan salah satu tim tier atas VALORANT saat ini. Tim asal Amerika Serikat itu lebih didominasi oleh para pemain dari region Eropa.

Tim ini pun terbilang unik dikarenakan Liquid memiliki pemain yang notabene adalah dua bersaudara atau abang-adik.

Kredit: TL ScreaM (Instagram)

Mereka adalah Adil “ScreaM” Benrlitom dan juga Nabil “Nivera” Benrlitom. Dua bersaudara yang sama-sama meniti karir dalam dunia FPS ini menjadi kekuatan utama.

Di samping dua bersaudara asal Belgia tersebut, Team Liquid juga memiliki potensi muda berbahaya yang ada pada Jammpi, L1NK dan juga soulcas.


Dominasi Team Liquid di Grup B VCT Masters Reykjavik 2022

Pada pertemuan melawan KRU Esports, Liquid sempat kewalahan di awal round. Walau sempat ada kejar-kejaran skor, ScreaM dkk unggul ke arah mid-game.

Kebuntuan yang dialami oleh KRU pun dapat dimanfaatkan oleh ScreaM dkk dengan baik, map pertama berakhir dengan skor 13-5 untuk Liquid.

Kredit: KRU Esports (Instagram)

Berlanjut ke map kedua, Liquid kembali tertinggal dari KRU. Namun, keunggulan KRU tidak bertahan lama dan Liquid berhasil membalikkan skor.

Nyaris mengamankan kemenangan, sayang harapan KRU kandas ditangan Nivera, ace yang indah menambah keunggulan Liquid menjadi 12-12.



Hingga perpanjangan round pun, Liquid dan KRU sama-sama tampil dominan. Akan tetapi Liquid yang lebih unggul dari KRU, menang dengan skor 16-14.


Hadapi XERXIA, Liquid tidak mau meremehkan kekuatan dari Boys Out of Thailand. Hampir sama seperti KRU, Liquid tertinggal di awal round pada map pertama.

Ke arah mid-game pun, Liquid berhasil membalikkan keunggulan. Namun, XERXIA tetap berusaha beri perlawanan terhadap mereka.

Permainan yang baik pun ditunjukkan oleh kedua tim, namun sayang usaha XERXIA hanya berbuah 7 poin saja membuat Liquid menang mudah 13-7.

Memasuki map kedua, XERXIA pun mulai memegang kendali. Ke arah mid-game mereka berhasil unggul 6-3 atas Liquid.

Kredit: XERXIA (Instagram)

Permainan sengit pun terus ditunjukkan oleh kedua tim, hingga round 19 pun kedua tim masih seri dengan skor 9-9.

Mampu mengejar hingga 11 poin, XERXIA pun berhasil mematahkan strat Liquid di round 24. Blunder dari ScreaM dkk menjadi keuntungan untuk XERXIA, 1-1.


Map penentu pun tampaknya sedikit berpihak pada Liquid, tampil berbeda di awal permainan, Liquid lebih unggul hingga 5-1.

Sushiboys dkk pun dapat mengimbangi permainan, skor berbalik menjadi 6-5. Sempat tertinggal, Liquid berhasil menyamakan kedudukan 8-8 di round 17.

Team Liquid
Kredit: Team Liquid (Instagram)

XERXIA dan Liquid pun tidak mau kalah dalam map ini, kedua tim terus bertukar serangan dan round demi round kejar-kejaran skor.

Perpanjangan pun tak terhindarkan, kedua tim masih sama-sama mengejar hingga skor 14-14. Kedua tim benar-benar tidak mau kalah.



Pada saat skor 16-15, XERXIA melakukan blunder di round 32. Situasi retake dengan 3v5 tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.

Liquid yang unggul dengan spike terpasang berhasil mengalahkan XERXIA usai duel 3v3 dengan aksi gemilang soulcas, skor menjadi 2-1.


Atas 2 kemenangan tersebut, Team Liquid otomatis menjadi tim EMEA pertama menyusul G2 Esports ke babak Knockouts VCT Masters Reykjavik 2022.

BACA JUGA : Daftar tim peserta VCT 2022 Masters Reykjavik dan roster