ONIC Esports melewati pekan pertama paruh kedua dengan sempurna di MPL ID S10. Setelah mengalahkan RRQ Hoshi dengan telak 2-0, Kairi Dkk juga memperlihatkan kapasitasnya ketika melawan salah satu tim paling berkembang musim ini, Aura Fire, Minggu (11/9).

ONIC Esports memperlihatkan kematangannya kembali menghadapi Aura. Merupakan salah satu tim dengan makro terbaik dan statistik overall paling istimewa, Aura dibuat tak berkutik dengan kejeniusan draft dari ONIC terutama di game pertama dan ketiga.

ONIC Esports berhasil memenangi laga panas dengan skor tipis 2-1. Kemenangan krusial menengok tim Landak berhasil mengalahkan dua tim kuat di paruh kedua dan kini duduk di puncak klasemen.

Secara logika berdasarkan kualitas sepanjang turnamen, lawan terbesar ONIC tinggal EVOS Legends. Sisanya di atas kertas ada di bawah mereka secara garis besar.

Draft pintar bawa ONIC Esports menang mudah di game pertama

Mobile Legends, Masha MLBB, Dragon Armor
Kredit: Moonton

Aura Fire seperti kehilangan apinya di game pertama. Merupakan tim yang identik dengan cheese pick, mereka ditutup potensi terbesarnya dengan ketiadaan Fanny dan Beatrix.

High yang biasanya menggunakan Aamon, dipaksa mengambil Akai dan terbukti performa Akainya tak semaksimal hero-hero pegangan lainnya.

Namun, tak hanya karena Aura yang tak maksimal dalam draft pick, ONIC Esports memilih opsi yang menarik dan benar-benar outdraft dari Aura. Keberadaan Faramis dan Mathilda membuat utilitas mereka sempurna.

Belum lagi cheese pick Masha dan Melissa, sehingga teamfight ONIC lebih kuat dan terencana. Aura benar-benar kurang damage. Split push pun tak bisa dilakukan Kabuki dengan Popol dan Kupa karena selalu dijaga Masha Butsss. ONIC Esports ambil game pertama hanya dalam 16 menit.



High pakai Aamon, Aura Fire langsung menggila

Mobile Legends, Aamon Mobile Legends: Bang Bang hero, Aamon
Kredit: Moonton

Game kedua Aura Fire mengamuk. High langsung diberikan Aamon sebagai signature barunya di MPL ID S10. Keberadaan Faramis dari Facehugger juga menjadi masalah.

Gantian, ONIC Esports yang tak berdaya. Gameplan mereka berantakan karena rotasi Aamon dan backup cepat Faramis selalu muncul di momentum yang sempurna.

Keberadaan hero lock macam Chou dan Lolita juga menjadi masalah bagi ONIC. Semua burst hero mereka tak bekerja maksimal. Paquito dan Beatrix tak bisa scalling dengan baik. Atlas milik SamohT pun kerap melakukan inisiasi-inisiasi yanfg tak perlu. Aura mengambil alih game kedua dengan mudah 1-1.

Outdraft kembali dilakukan ONIC dengan Lancelot

Yeb Aldo
Sumber: ONE Esports

Kepintaran Aldo dan Coach Yeb kembali berhasil memperlihatkan kualitas draft yang menawan. Setelah di game pertama last pick Mashanya menyusahkan Aura, pada game ketiga, mereka mengambil Lancelot, salah satu hero andalan Kairi.

Sebuah pilihan spesial, menengok Aura tak mengambil satu pun hero CC keras yang ada. Hanya ada Paquito di sana, sementara Mathilda lebih ke utilitas dan mobilitas.

Tak ayal, Aura benar-benar dijegal pada game ketiga. Strategi Natan jungler dengan dua fighter yang dimainkan tidak efektif dan ONIC Esports pun meraih kemenangan dengan mudah 2-1.

BACA JUGA: RRQ Hoshi makan telur lagi, ONIC Esports kuasai puncak klasemen