Gold laner Fnatic ONIC PH, Kelra, mengungkapkan seperti apa komunikasi yang terjadi di dalam timnya pada momen terakhir grand final M6 World Championship menghadapi Team Liquid ID, Minggu (15/12). Momen yang dimaksud adalah keberhasilan dirinya melakukan end game sendirian di game 5.
ONIC PH berhasil menjadi juara M6 berkat kualitas permainan dan individu mereka di sepanjang turnamen. Namun dari lima player yang ada, Kelra sangat pantas untuk disebut sebagai bintang tim, terlebih dirinya berhasil meraih titel Finals MVP M6 usai menundukkan Liquid ID dengan skor 4-1.

Salah satu highlight terbesar yang ada di grand final M6 ini juga dimiliki oleh Kelra, di mana hero Irithel yang ia gunakan berhasil menerobos base Liquid ID sendirian di akhir game kelima yang berhasil berbuah menjadi kemenangan yang memastikan gelar juara jatuh ke tangan mereka.
Padahal beberapa detik sebelum momen tersebut terjadi, ONIC PH berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Pasalnya dalam teamfight yang terjadi, tiga member mereka berhasil dijatuhkan Liquid ID dan hanya menyisakan Kelra dan K1NGKONG saja.
Jika tidak terjadi end game, bukan tidak mungkin Liquid ID memiliki peluang untuk membuat keadaan menjadi lebih berimbang lagi, atau mungkin membalikkan situasi. Namun dengan kalkulasi yang tepat, momen tersebut berhasil memastikan kemenangan wakil Filipina tersebut.
| BERITA ESPORTS MLBB LAINNYA |
| TLID tunduk, FNOP juara M6 World Championship |
| Fnatic ONIC PH juara M6, Kelra susul Ribo “tamatkan MLBB” |
| Kelra MVP M6, pencapaian tertinggi Gold Standard! |
Seperti apa komunikasi Fnatic ONIC PH untuk end di game 5 menurut Kelra

Setelah pertandingan, Kelra mendapat pertanyaan tentang keputusannya untuk menerobos base Liquid ID sendirian. Apakah hal tersebut adalah murni keputusan dari dirinya sendiri, atau ada instruksi yang diberikan rekan satu timnya pada momen tersebut.
Kelra pun menjawab bahwa keputusan tersebut diambil setelah ada instruksi dari rekan satu timnya di tengah teamfight terakhir. Sempat ada kendala, tetapi dirinya berhasil menyelesaikan tugas penting tersebut untuk tim.

“Apa yang terjadi di momen terakhir, saya mendengar ada rekan setim yang meminta saya untuk melakukan end game,” ucap Kelra setelah pertandingan.
“Namun saya sempat mundur karena sudah tidak ada lagi minion yang tersisa. Ketika ada minion wave dari bottom lane, saya menunggu sebelum melakukan end game,” tuturnya.
Bukan tidak mungkin jug abahwa teamfight terakhir yang terjadi memang sengaja dilakukan ONIC PH untuk memberi ruang bagi Kelra memanfaatkan kelebihan Irithel untuk melakukan end game. Hal seperti ini adalah sesuatu yang sering kali terjadi di level tertinggi.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Venue M7 di Indonesia, PBESI: Tidak hanya Jakarta, Mandalika mungkin