Vice President ONIC Esports, Coach Yeb, memberikan kritik mengenai kebijakan dari beberapa organisasi esports yang melakukan freeze contract kepada para player-nya. Hal ini dipandang telah melanggar hukum dan juga membahayakan masa depan para pemain.

Praktik freeze contract alias pembekuan kontrak ini sudah lama terjadi di dunia esports. Ada beberapa organisasi esports yang secara terang-terangan mengaku tengah membekukan kontrak seorang pemain yang berada di dalam naungannya.

Mobile Legends, Coach Yeb, ONIC Esports, MPL ID S11, freeze contract
Kredit: ONE Esports

Hal ini bisa dilakukan oleh organisasi esports yang bersangkutan karena memang telah dicantumkan di dalam kontrak awal dengan pemain dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Opsi freeze contract ini bisa diaktifkan, terutama jika sang pemain membuat kesalahan ataias tidak profesional.

Ada banyak perdebatan di kalangan pelaku esports mengenai praktik freeze contract ini karena masih terlihat ada sisi positif dan negatifnya bagi pemain dan manajemen. Hal ini pun memunculkan pihak yang pro dan kontra mengenai hal tersebut.

Namun, bukan tidak mungkin opsi freeze ini digunakan ketika sang pemain tidak bisa menunjukkan performa terbaik sesuai harapan manajemen, bukan karena tindak indisipliner atau tidak profesional. Jika hal ini terjadi, maka sang player lah yang akan dirugikan karena tidak mendapatkan gaji yang telah disepakati dan bisa leluasa melanjutkan karier di tempat lain.

BERITA ESPORTS MLBB LAINNYA
Fans RRQ Lemon sejak lahir, atlet paralimpik gapai mimpi jadi pro player
Doa R7 untuk Albert di EVOS
Rumor pelatih baru ONIC beredar, BON CHAN is real?

Coach Yeb kritik kebijakan freeze contract yang terjadi di dunia esports

Mobile Legends, Coach Yeb, Fnatic ONIC PH juara M6
Kredit: Moonton

Melihat hal tersebut, melalui konten Tiktok-nya Coach Yeb mengaku sedih dan tidak ingin praktik tersebut kembali terjadi di mana pun. Karena konten yang dibuat ini dalam Bahasa Indonesia, kemungkinan besar pesan yang ingin disampaikannya ini ditujukan untuk organisasi esports dan pro player di Tanah Air.

Menurut Coach Yeb, freeze contract ini tidak sesuai dengan hukum yang berlaku, baik di Filipina maupun negara manapun di seluruh dunia termasuk Indonesia karena dipercaya memiliki aturan yang tidak berbeda jauh. Pasalnya hal ini bisa sangat merugikan, terutama bagi pro player dalam melajutkan karier yang telah dipilih dengan mengorbankan banyak hal di kehidupannya, terutama soal pendidikan.

Mobile Legends, MPL ID S10
Kredit: MPL ID

“Saya mau bahas tentang sesuatu yang mungkin belum terlihat oleh mata kalian. Jadi, selama ini sudah ada banyak (player) yang terkena skill Aurora guys, di freeze (kontraknya). Mungkin (telah terjadi) di seluruh dunia,” ucap Coach Yeb.

“Saya ingin membahas mengenai hal ini untuk bantu semua pemain (saat ini) dan pemain ke depannya. Seharusnya hal ini tidak bisa (tidak boleh terjadi) guys. Freeze (kontrak) itu tidak bisa, dari (secara) hukum di Filipina, dan seharusnya hampir sama atau mirip hukum di Indonesia dan di seluruh dunia.”

“Kenapa saya ingin membahas mengenai hal ini, karena… anak-anaknya (para pemain) kasihan guys. Mereka sudah tidak bisa bekerja sebagai pemain, tidak bisa mengejar mimpi mereka, dan jujur anaknya lebih memilih main di esports daripada masuk sekolah. Jadi, seperti apa masa depan mereka.”

“Saya kenal satu pemain (yang terkena freeze contract) dan yang saya bangga sekali bahwa ONIC tidak pernah (melakukannya) guys. Jadi, salut (buat) ONIC. Terima kasih,” tuturnya.

Menurut penulis, freeze contract ini bisa sangat berguna dalam mendewasakan pro player esports yang kebanyakan berasal dari kalangan remaja atau belum dewasa. Hal ini bisa berfungsi sebagai “hukuman” atau “ancaman” jika mereka tidak profesional dalam menghormati kontrak atau perjanjian yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Namun jika hal ini digunakan oleh organisasi esports karena sang player gagal menunjukkan performa yang diharapkan meski telah berusaha keras, mengaktifkan freeze contract ini bisa dikatakan sebagai sebuah pelanggaran hukum.

Masih ada langkah lain yang bisa ditempuh seperti berunding untuk mengakhiri kontrak secara bersama-sama agar sang pemain bisa melanjutkan karier di tempat lain dan organisasi tidak perlu lagi membayarkan gaji, bonus, atau apapun yang telah disepakati sebelumnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: RRQ Lemon: Aku mau EVOS, kapan kontraknya?