Vaanstrong jadi roamer utama EVOS? Tak sedikit yang mempertanyakan hal tersebut. Belakangan nama pemain yang berganti nick menjadi Ivann tersebut kerap dibicarakan.
Vaanstrong masuk ke dalam roster EVOS Holy di ESL Challenge Season S6. Dia menjadi tiga pemain yang bertahan dari Holy di kualifikasi, ditambah Albert dan Depezet.

Kehadiran Ivann menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang meragukan kapasitasnya, melihat trek rekor sang pemain memang kurang memuaskan dalam beberapa musim terakhir.
Meski begitu banyak juga yang melupakan bahwa Ivann adalah sosok roamer ketika EVOS menjuarai WCG, pun membawa EVOS Holy menjadi runner-up Liga Esports Nasional 2024.

Meski begitu, ada alasan Vaanstrong terpilih sebagai roamer utama EVOS Holy. ONE Esports secara eksklusif menanyakan ini kepada staf pelatih EVOS, Caleb. Alasan Vaanstrong jadi roamer utama EVOS terungkap.
Alasan Vaanstrong jadi roamer utama EVOS
ONE Esports mencoba mengulik apa alasan Vaanstrong jadi roamer utama EVOS. Karena selain dia di EVOS Holy, ada juga Toni alias Panser di tim EVOS Esports.
Vaanstrong roamer terbaik EVOS adalah nyata. Itu yang diungkap oleh Caleb secara eksklusif.

“Vaanstrong adalah roamer yang terpilih saat ini. Terbukti di ESL Open Finals kemarin, dia bisa mengalahkan banyak tim-tim kuat dari pelbagai negara. Dan menjadi salah satu tim non-MPL yang lolos ke fase ini,” katanya.
Vaanstrong berhasil memperlihatkan perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dia berproses dengan baik.

“Vaanstrong sekarang lebih dewasa, baik pada sisi ingame maupun outgame. Dia banyak belajar dari pengalaman sebelumnya dan sekarang sangat ingin membuktikan di ESL.”
“Kondisi Vaanstrong sangat baik. Hujatan netizen dia ubah menjadi motivasi untuk membuktikkan diri kalau dia bisa jadi roamer yang kuat di Indonesia,” pungkas Caleb.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: StrateG klarifikasi Matt gagal trial EVOS, bukan salah Vanstrong!