Pelatih ONIC Olympus, AFM punya cerita menarik!

ONIC Olympus di FFWS SEA Fall 2024 kini memiliki juru latih baru yakni Ahmad Fadly “AFM” Masturoh yang sebelumnya melatih EVOS Divine.

Berbenah dari Free Fire Esports World Cup (EWC) 2024, ONIC Olympus kini berfokus untuk mendapatkan kembali gelar juara di scene kompetitif.

Terlebih, selain gelar juara FFWS SEA Fall 2024, ONIC Olympus juga berfokus untuk meraih slot ke FFWS Global Finals Brazil 2024.

Kedatangan AFM ke ONIC Olympus membawa semangat dan warna baru. Akan tetapi, salah satu sorotan penting di balik kehadirannya sebagai pelatih adalah menjadi momen reuni dia dengan para anak asuhnya, Garduu dan Jek.

AFM pernah bermain bersama Garduu dan pernah melatih Jek ketika di EVOS Immortal. Kini, mereka bersatu lebih kuat di ONIC Olympus.

Kredit: Garena

Seperti apa pesan dan kesan AFM kembali reuni dengan Garduu dan Jek ketika melatih tim ONIC? Simak ulasan berikut ini.

PANDUAN BERMAIN FREE FIRE LAINNYA
Cara daftar aksi rekam FF, dapatkan hadiah miliaran rupiah dan tiket ke FFWS Brasil!
Cara dapat spin Garena Free Fire gratis, wajib tahu!
Cara dapat akun FF sultan gratis, valid bukan tipuan!
Cara dapat SG2 Mata Elang Free Fire, skin wajib punya!
Cara bikin nama FF spasi kosong, kalian harus tahu!

Reuni dengan Garduu dan Jek di ONIC Olympus, AFM sebut anak asuhnya lebih dewasa

Kiri ke kanan: Garee, AFM, Kibaa, Xyroo | Kredit: Instagram/onicesports

Dalam interview bersama media, AFM menyatakan perbedaan anak asuhnya Garduu dan Jek ketika dia melatih ONIC Olympus.

Menurut AFM, ada banyak hal yang harus ia ajarkan kepada anak asuhnya dulu ketika mereka pertama kali terjun ke scene kompetitif.

“Dari metode latihannya tentu berbeda. Kalau dulu mereka ibaratnya pemain baru, sekarang mereka di scene kompetitif kurang lebih (sudah) 3 tahun,” ucap AFM kepada ONE Esports.

ONIC Olympus, Free Fire
Kredit: Instagram/onicesports

“Dari saya penyesuaiannya itu mungkin lebih ke arah mindset. Misalnya, ‘ini bagus atau tidak?’ berbeda ketika di awal-awal (debut) setiap pergerakan mereka kita lihat (dan) evaluasi,” tuturnya.

AFM menambahkan, sebagai pelatih dulu ia harus memperhatikan banyak hal. Namun, ia menilai bahwa anak asuhnya sudah lebih dewasa.

Baginya, ia tidak perlu mengajarkan hal kepada anak asuhnya. Bahkan, dulu AFM sampai harus menaruh televisi untuk mengajari Jek bermain.

“Sekarang, sebagai pemain yang sudah jadi selama hampir 3 tahun kalau dia salah saya lihat reaksi dia dulu apakah dia saudah tahu kalau dia salah atau tidak? Kalau dia sudah tahu saya tidak perlu evaluasi,” papar dia.

Adam “Jek” Ramdani | Kredit: Instagram/onicesports

“Jadi perbedaan mendasar itu ketika dia baru (di scene kompetitif) atau tidak, ada hal-hal yang penting yang harus saya obrolin, ada hal-hal yang harus saya kasih saran saja. Mungkin Adam (Jek) sendiri yang (hadir) di sebelah saya ketika dia di Immortal, dulu televisi saya taruh di atas meja untuk evaluasi dia. Tapi sekarang tidak (demikian),” tambah dia.

“Lebih ke arah, dia sudah tahu salahnya di mana, seperti itu perbedaannya,” pungkasnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA : Jadwal FFWS SEA Fall 2024, format, hasil dan cara menonton