Sistem matcmaking baru Fortnite malah memunculkan kekisruhan dan protes dari para pemain.
Epic Games memperkenalkan sistem matchmaking anyar pada Fortnite seiring kemunculan patch v10.40. Menciptakan permainan yang seimbang menjadi tujuan dari skema matchmaking terbaru Fortnite.
Jadi, pengelompokkan mengacu kepada kemampuan pemain yang bersangkutan. Pemain dengan level mahir sudah pasti akan berhadapan dengan lawan berkemampuan tinggi, begitu pula sebaliknya.
Akan tetapi, algoritme matchmaking terbaru Fortnite ini nyatanya tak berjalan mulus. Ya, memang pemain berhadapan dengan lawan selevel, akan tetapi ada sejumlah orang yang mendapati diri mereka tercampur baur bersama pemain lain dari platform berbeda.
Fenomena ganjil pun bermunculan di mana pemain dari platform mobile atau konsol bersua mereka yang menjalankan Fortnite via PC. Keseimbangan yang jadi tujuan sistem matchmaking baru pun urung tercipta.
- Sukses pancing pemain membeli UC, PUBG Mobile raih keuntungan Rp14 triliun
- Velajave: Esports Indonesia maju karena mobile gaming
Pihak yang paling dibuat mencak-mencak oleh kondisi ini adalah pemain dari platform mobile.
“Jadi, 30 fps (frame per second) akan bertanding melawan mereka yang beresolusi 120+ fps, bagaimana ini bisa adil? Setiap platform punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memberikan mereka server khusus adalah jalan paling adil,” tutur pengguna Reddit dengan nama Pyrtec.
Fenomena pembauran pemain lintas platform ini muncul begitu Fortnite memperkenalkan sistem matchmaking baru yang mengacu kepada level kemahiran. Pemain platform mobile kebakaran jenggot saat harus berhadapan dengan pengguna konsol atau PC.
Wajar, karena secara natural pemain punya kendali lebih mudah kala memakai controller atau tetikus, ketimbang mengandalkan sentuhan jari pada layar.
Sistem matchmaking baru Fortnite sebelumnya juga telah mengundang keraguan streamer kondang, Tyler “Ninja” Blevins. Ninja menyebut bahwa skema pencocokan baru ini akan menghadirkan sejumlah smurf alias pemain mahir yang menggunakan akun alternatif untuk bermain di level lebih rendah.
BACA JUGA: PSS Sleman gandeng Digi Sport Asia demi kemajuan Elang Jawa Esports