Perkembangan Dota 2 di Indonesia memang tidak bisa dibilang cepat. Namun perlahan tapi pasti, progresnya terus berjalan tanpa pernah berhenti, hingga dunia pun mengakui keberadaan talenta merah putih.

Di awali dengan prestasi Muhammad ‘inYourDream’ Rizky menjadi pemain Asia Tenggara (SEA) pertama yang mencapai 9000 MMR, nama Indonesia mulai dikenal para pegiat Dota 2 di berbagai belahan dunia.

BOOM Esports yang dulu bernama BOOM ID juga turut berperan mengharumkan nama Indonesia di scene Dota 2. Bagaimana tidak, tim yang kala itu seluruhnya diisi oleh pemain Indonesia, untuk pertama kalinya lolos ke turnamen Minor.

Setelah itu, BOOM menjadi tim yang selalu diperhitungkan di SEA. Bahkan saat turnamen terpaksa digelar online karena pandemi, Mikoto cs konsisten finis tiga besar. Enam kali runner-up dan satu kali juara menjadi catatan mengesankan BOOM semasa itu.

Tak hanya sampai di situ, kini salah satu pemain kelas dunia yang pernah menjuara The International, Peter “ppd” Dager, terang-terangan menyanjung pemain Indonesia, Matthew “Whitemon” Filemon.



Kredit: Valve

Saat ditanya pendapatnya tentang prediksi kiprah tim SEA di Singapore Major, ppd memprediksi T1 bisa saja menjadi kuda hitam berbahaya sekaligus mengakui jika dia menyukai pemain support tim tersebut, Whitemon.

“T1 bisa jadi kuda hitam. Mereka memiliki Kuku, yang entah bagaimana selalu menemukan cara untuk mencapai hasil teratas, dan Whitemon yang merupakan salah satu dari pemain support 5 favorit saya saat ini,” ungkap ppd kepada Weplay.

Kekaguman ppd itu bukan tanpa alasan. Whitemon adalah salah satu pemain support 5 terbaik di SEA. Bersama Kenny “Xepher” Deo, mereka menjadi duet support berbahaya dari Indonesia.

Sebelum pandemi terjadi, Geek Fam mendominasi scene Dota 2 Asia Tenggara, bahkan kala itu TNC Predator dan Fnatic juga dibuat tak berkutik. Duo Whitemon Xepher merupakan salah satu faktor kuat mengapa tim tersebut bisa menjadi raja SEA. Mengingat hal itu, tak heran jika ppd kepincut dengan performa Whitemon.

Di sisi lain, kekaguman ppd merupakan pertanda positif jika Indonesia sudah masuk radar para profesional kelas dunia. Jika scene Dota 2 tanah air bisa terus berkembang, bukan tidak mungkin kita bakal melihat nama-nama lokal menjadi sorotan utama di panggung dunia.

Bukankah sangat membanggakan jika suatu saat nanti bendera merah putih berkibar di pundak anak bangsa yang mengangkat trofi Aegis saat ia menjadi juara The International?

BACA JUGA: Klasemen DPC 2021 Asia tenggara di pekan terakhir