Timnas Dota 2 Indonesia menjalani pertarungan terakhirnya saat bertemu kembali Filipina untuk memperebutkan gelar juara IESF WEC 2022.

Sebelumnya kedua tim pernah bertemu di putaran pertama upper bracket. Saat itu Indonesia tunduk dengan skor tipis 2-1.

Oleh karena itu, grand final ini sangat menarik untuk disaksikan mengingat betepa sengitnya pertemuan pertama mereka.



Gelar perdana Indoneisa di IESF WEC 2022 datang dari timnas Dota 2

Timnas Dota 2 Indonesia Champion
Kredit: PB ESI

Timnas Dota 2 Indonesia dan Filipina berbagi poin di dua game pertama, kedua carry silih berganti menggiring poin plus untuk timnya.

Dreamocel fantastis di game pertama dengan Slark, sementara Akashi cemerlang di game kedua bersama Terror Blade.

Meski sama-sama memenangkan satu poin, Filipina lebih diunggulkan karena datang dari upper bracket dan menambahkan satu poin bonus sehingga skor menjadi 2-1 untuk keunggulan mereka.

Indonesia tampaknya enggan bermain late game setelah kalah di game sebelumnya, karena di ronde ini tim Merah Putih mampu menang cepat.

Awalnya semua sangat seimbang untuk kedua tim, sampai Dremocel selesai membuat dua item core utamanya. Pertarungan hanya berlangsung selama 32 menit.

Timnas Dota 2 Indonesia sebenarnya cukup tertekan di game penentuan, Tuskar, Mars, dan Skywrath Mage terbukti sangat merepotkan pertahanan timnas.

Beruntung Mikoto cs mampu tenang dan menunggu momen, sampai akhirnya midlaer asal Jawa Barat berhasil mencuri Aegis. Sejak saat itu, Indonesia tidak membuang kesempatannya, mereka terus menyerang dan mengukuhkan kemenangan dramatis.

Gelar juara ini merupakan yang pertama untuk Indonesia di IESF WEC 2022. Mari kita dukung perwakilan Indonesia di cabang lain.

Ikuti kanal resmi ONE Esports Indonesia di InstagramFacebook dan TikTok untuk mendapatkan berita, panduan, dan highlight Dota 2 lainnya.

BACA JUGA: Terlalu OP! Lima hero paling diperebutkan di DPC SEA 2021/2022