Organisasi esports selalu mencari talenta terbaik untuk mengisi lineup timnya agar bisa meraih prestasi yang diinginkan, dan itulah yang dicapai Evil Geniuses dengan mendatangkan Tal “Fly” Aizik di roster Dota 2 mereka.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ONE Esports, kapten tim Dota 2 Evil Geniuses, Fly, berbagi kisah perjalanannya hingga mereka dapat berkembang di salah satu scene esports paling kompetitif dengan sekelompok pemain unik yang memiliki latar belakang berbeda.

Chemistry EG Fly dan Abed di Evil Geniuses

Para pecinta esports pasti tahu jika dunia kompetitif penuh dengan persaingan ketat di mana tim terbaik saling berebut titel terkuat. Oleh karena itu para pemain yang sangat berprestasi dan sangat berbakat dari berbagai penjuru dunia direkrut oleh tim profesional.

Beberapa pemain profesional Dota 2 terbaik di dunia memiliki kepribadian yang kuat dan mereka mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk menang. Sisi negatifnya, sikap tersebut tak jarang menimbulkan konflik antarpemain. Lagi pula, kita telah melihat banyak tim Dota 2 penuh superstar yang datang dan pergi.

Namun EG Fly menjelaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi pada Evil Geniuses dan bintang midlaner Abed “Abed” Yusop.

“Memiliki seseorang seperti Abed di tim adalah hal langka. Dia adalah salah satu rekan satu tim terbaik karena dia sangat santai,” kata EG Fly.

“Biasanya orang memiliki ego yang besar, atau memiliki budaya yang berbeda,” lanjut EG Fly. “Tapi dia (Abed) tidak memaksakan pendapatnya pada siapa pun. Dia sangat bersedia untuk mendengarkan dan belajar, padahal dia adalah pemain yang sangat hebat.”



Kisah Abed yang mengguncang dunia Dota 2

Abed adalah salah satu talenta Dota 2 terbaik yang datang dari Asia Tenggara. Dia mulai dikenal saat membela Execration pada tahun 2016, sampai dia memutuskan untuk datang ke Amerika Utara, bergabung dengan Tim Onyx dan Digital Chaos pada tahun 2017.

Pemain Filipina ini terus mengembangkan bakatnya, dan akhirnya menjadi salah satu midlaner terbaik di dunia ketika ia kembali ke Asia Tenggara dengan menjadi penggawa Fnatic pada akhir tahun 2017.

Abed then joined Evil Geniuses’ all-star roster after the 2018-2019 DPC season, replacing Sumail “SumaiL” Hassan.

Abed kemudian bergabung dengan roster all-star Evil Geniuses usai DPC 2018-2019, menggantikan Sumail “SumaiL” Hassan.

Bersama Abed, EG mempertahankan statusnya sebagai salah satu tim Dota 2 terbaik di dunia setelah finis dengan Poin DPC terbanyak di musim 2021.

Evil Geniuses, EG Fly, Abed
Kredit: Evil Geniuses

Hasil tersebut membuat Evil Geniuses menjadi salah satu tim favorit dalam perebutan Aegis of the Immortal TI10 yang akan datang. Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri di kamp pelatihan mereka di Bucharestjelang International 10 yang hanya tinggal menghitung hari.

BACA JUGA: Jadwal Dota 2 TI10, hasil pertandingan, klasemen, dan cara menonton turnamen