Kisah kuda hitam atau Cinderella Story yang sering kali terjadi di turnamen manapun selalu menjadi warna tersendiri dan kisah yang menyenangkan untuk diikuti. Kali ini, kisah tersebut berhasil dilakukan oleh Team Spirit di ajang The International 10 (TI10).

Team Spirit menjadi kuda hitam di TI10 karena sebelum turnamen digelar, mereka sama sekali tidak diunggulkan atau menjadi salah satu favorit juara. Ada beberapa faktor penyebabnya.

Pertama, mereka hanya menduduki peringkat ke-14 dari Dota Pro Circuit (DPC) Point. Hal ini membuat mereka harus berjuang mendapatkan tiket lolos ke TI10 melalui kualifikasi regional Eropa Timur (CIS).

Barulah di ajang ini, performa Team Spirit mulai dipandang, di mana mereka sukses menjadi juara dengan mampu menapaki upper bracket tanpa sekalipun mengalami kekalahan sebelum di grand final berhasil menang 3-2 atas Team Empire.

Meski demikian, hal tersebut tentu tidak cukup untuk menjadikan Team Spirit sebagai salah satu tim favorit juara. Mereka masih kalah pamor dari PSG.LGD, Team Secret, Evil Geniuses, atau Virtus.pro yang menjadi penguasa di region mereka.

Team Spirit's Yatoro and Silent at The International 10 (TI10) main event day 5

Di Group Stage TI10, Team Spirit mengawalinya dengan keluhan mengenai tempat timnya berlatih dan bermain yang diberikan penyelenggara. Ruangan yang diberikan kepada mereka begitu sempit dan membuat para pemain kesulitan untuk sekadar bergerak.

Selain itu, mereka juga mengawali perjalanan mereka di Grup B dengan kekalahan telak dari PSG.LGD dan Team Secret. Sempat meraih kemenangan pertama mereka dari Elephant, sebelum kembali takluk di tangan Vici Gaming.

Beruntung bagi Team Spirit, mereka sukses meraih kemenangan beruntun di sisa empat pertandingan Grup B menghadapi Quincy Crew, Fnatic, Beastcoast, dan SG Esports hingga berhasil keluar dari lubang jarum untuk mengamankan satu tempat di upper bracket playoff.

Di babak playoff, mereka juga sudah harus diturunkan ke lower bracket pada pertandingan pertama upper bracket oleh Invictus Gaming. Hal ini menghadirkan jalan terjal untuk dilalui Team Spirit, tetapi Cinderella Story yang sesungguhnya justru hadir.

Secara mengejutkan, mereka bisa terus menapaki lower bracket TI10 dengan pertama-tama menyingkirkan Fnatic. Setelah itu mereka sukses memulangkan juara bertahan OG, jagoan dari CIS Virtus.pro, balaskan dendam kepada Invictus Gaming, dan mengandaskan salah satu favorit terbesar Team Secret untuk lolos ke grand final menghadapi PSG.LGD.



Hadapi PSG.LGD, Team Spirit sempat jadi Cinderella yang kehabisan waktu

Dota2, Team Spirit, TI10
Kredit: Twitter/Wykrhm Reddy

Di partai puncak menghadapi PSG.LGD yang begitu mulus di upper bracket dan menjadi favorit banyak pihak untuk menjadi juara TI10 sebelum turnamen berlangsung, Team Spirit secara mengejutkan mampu tampil begitu perkasa.

Bagaimana tidak? Team Spirit sukses merebut kemenangan di dua pertandingan pertama dengan cara yang terbilang cukup mudah dan tanpa perlawanan, hingga mereka hanya tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi juara.

Namun pada dua game berikutnya, performa Team Spirit bagaikan Cinderella yang sudah kehabisan waktu. Sempat sengit di game ketiga, tetapi mereka sudah harus mengaku kalah pada menit ke-24 dengan skor kill 23-2 di game keempat hingga membuat kedudukan menjadi imbang 2-2.

Pada game kelima alias penentuan, momentum justru dimiliki oleh PSG.LGD. Team Spirit masih tampak menjadi Cinderella yang sudah kehabisan waktu.

Beruntung bagi Team Spirit, mereka berhasil menemukan cara untuk menjinakkan PSG.LGD sekali lagi dengan permainan pasif, hingga hero-hero mereka telah mendapatkan item yang dibutuhkan untuk mulai bermain agresif.

Kekompakan dan kedisiplinan para pemain Team Spirit ini sukses membuat PSG.LGD tak berkutik dan meraih Aegis of Champion dengan skor 3-2. Selain gelar, keberhasilan ini juga membuat Team Spirit berhak atas hadiah sebesar US$18.208.300 atau hampir Rp256 miliar.

Cinderella Story inipun seakan menjadi momok bagi PSG.LGD, di mana pada edisi 2018 (TI8), mereka yang begitu diunggulkan menjadi juara juga harus kandas oleh kuda hitam OG.

Namun terlepas dari segalanya, kisah seperti inilah yang membuat sebuah turnamen menjadi lebih menarik untuk disaksikan dan menginspirasi banyak pihak untuk pantang menyerah dalam mengejar impian.


Apa kalian masih belum puas menyaksikan aksi Dota 2? Lihat film dokumenter Heroes of the Game yang dipersembahkan oleh foodpanda ini.

BACA JUGA: Daftar juara Dota 2 The International dari masa ke masa