Berdasarkan pengumuman OG yang dirilis tadi malam, Anathan “ana” Pham resmi memutuskan untuk mundur dari dunia Dota 2 kompetitif. Keputusan ini dinilai sangat mengejutkan karena terjadi hanya dua bulan setelah ia kembali ke tim.

Ana memutuskan untuk pensiun

OG gagal lolos ke ONE Esports Singapore Major selama paruh pertama musim Dota Pro Circuit 2021, dan membuat tim terpaksa melakukan perubahan pada roster-nya. Meski setelah itu Ana kembali ke tim setelah rehat selama lebih dari setahun, OG masih gagal lolos ke WePlay Esports AniMajor.

Usai gagal membawa OG lolos Major, sang pemain memutuskan untuk sepenuhnya pensiun dari kancah persaingan dan mulai menjelajahi area lain di luar game tersebut.

“Beberapa tahun terakhir telah menjadi perjalanan yang luar biasa dan akhirnya tiba saatnya bagi saya untuk mengatakan bahwa saya akan menjauh dari Dota,” kata Ana. “Saya telah mempertimbangkan hal ini untuk sementara waktu dan sekarang saya siap untuk pindah ke babak baru dalam hidup saya. Singkat cerita, Dota telah menjadi bagian terbesar dalam hidup saya untuk waktu yang lama dan saya mulai menemukan dan menghargai hal-hal lain dalam hidup yang ingin saya pelajari dan jelajahi.”



Salah satu carry terbaik sepanjang sejarah

Dota 2 ana
Kredit: OG

Ana adalah bagian penting dalam kemenangan back-to-back TI bersejarah OG pada tahun 2018 dan 2019. Selama karirnya, OG adalah satu-satunya tim yang dia bela untuk jangka waktu yang lama. Bersama OG, ia telah menghasilkan lebih dari US$6 juta )lebih dari Rp85,5 miliar).

Pemain ini juga diakui sebagai salah satu carry dengan skill mekanik terbaik sepanjang sejarah Dota 2. Dalam pertandingan kontra LGD di TI8, ia pernah menjual item Talisman of Evasion dan Ring of Aquila agar memiliki gold yang cukup untuk melakukan Buyback, dan keputusan cepat di tengah pertempuran itu berhasil membawa OG meraih kemenangan.

Di TI9, ia menghancurkan meta dengan carry Io yang memiliki 100 persen kemenangan di tangannya, termasuk di laga final di mana OG menyegel gelar juara dunia kedua mereka.

Dengan keputusan ini, Ana resmi pensiun setelah bergelut selama hampir delapan tahun di scene kompetitif Dota 2.

Keputusan itu juga membuat OG harus mencari pemain carry pengganti untuk memperkuat tim di kualifikasi regional TI10. Sejumlah nama besar seperti SumaiL dan Crystallize bisa jadi opsi menarik bagi mereka.

BACA JUGA: Anime DOTA: Dragon’s Blood, inspirasi utama WePlay AniMajor