Techies Dota 2 bukanlah salah satu hero favorit saat ini. Menurut situs Dotabuff.com, hero intelligence ini menduduki posisi ke-32 sebagai yang paling banyak dipilih dengan winrate 48,76 persen.
Namun di tangan yang tepat, Techies Dota 2bisa menjadi hero yang sangat menyebalkan bagi tim lawan. Bahkan di pertandingan profesional Dota 2, PSG.LGD sempat membuat Team Aster memilih surrender alias menyerah dengan melakukan “GG call” saat pertandingan baru berlangsung selama 13 menit.
Hal ini terjadi ketika PSG.LGD berjumpa dengan Team Aster di semifinal lower bracket OGA Dota PIT Season 5: China pada Sabtu (14/8/2021). Meski PSG.LGD menjadi yang difavorit untuk menang di pertandingan tersebut, tetapi cara mereka mendapatkannya dengan Techies telah sukses mengejutkan semua orang.
Seakan-akan tidak dapat menemukan cara untuk menghadapi Techies yang dimainkan oleh XinQ, Team Aster secara mengejutkan langsung surrender dan merelakan slot ke final lower bracket menjadi milik PSG.LGD dengan skor 2-0.

Pada pertandingan tersebut, Team Aster sempat memimpin selama fase laning di game pertama bersama Medusa sebagai carry yang memimpin serangan. Dengan memanfaatkan Viper, Timbersaw, dan Nyx untuk mengontrol map, seakan-akan semuanya dapat terlihat.
Layaknya permainan Dota 2, apalagi di level kompetitif, semua kemungkinan dapat terjadi dan berubah dalam sekejap. Sebuah team fight di menit ke-14 berhasil membuat PSG.LGD menjadi unggul dan berhasil mereka pertahankan hingga akhir.
- 23savage: Asal-usul IGN dan segala kisah dalam perjalanan kariernya
- ESL One Fall Bootcamp Edition: Jadwal, hasil, format, prize poll, dan cara menonton
Techies Dota 2 menjadi penentu di game kedua

Di game kedua, Team Aster mengubah gameplay mereka dengan menghadirkan draft hero dengan tempo cepat. Mereka memilih Razor sebagai carry untuk menciptakan snowballing lebih awal, dan Death Prophet untuk melakukan push tower dengan baik.
Di sisi lain, PSG.LGD melakukan counterpick dengan memilih dua hero support untuk menghentikan permainan Team Aster. Treant Protector mampu menyembuhkan HP tower, dan memilih Techies Dota 2 untuk mengacaukan permainan lawan.
Techies Dota 2 terkenal karena memiliki kemampuannya untuk menghentikan permainan cepat lawan. Tidak hanya itu, tetapi jika dia berhasil mencapai Level 25, Techies bisa menjadi satu-satunya penentu kemenangan timnya, dan dapat dengan mudah melakukan solo di markas musuh.
Mengetahui bahwa line-up hero mereka tidak akan mampu untuk mengungguli PSG.LGD, terutama Templar Assassin, Team Aster mencoba melakukan all in. Kedua tim sempat melakukan team fight pada menit ke-12, tetapi tidak lama setelah itu, Team Aster memilih untuk menyerah.
Hal ini terjadi setelah Razor milik Du “Monet” Peng masuk ke ladang ranjau setelah timnya kalah dalam team fight dan mereka tahu bahwa semua ini sudah berakhir dan memilih menyerah.
Pada turnamen OGA Dota PIT Season 5: China ini, PSG.LGD berhasil melaju ke grand final setelah menyingkirkan Invictus Gaming dengan skor 2-0 dan menjadi juara usai mengalahkan Elephant dengan skor 3-0 di grand final.
Di dua pertandingan tersebut, PSG.LGD tidak pernah sekalipun kembali menggunakan Techies Dota 2 untuk memenangi permainan. Dengan kata lain pemilihan hero ini sangat situasional dan sebagai counter dari draft lawan.
Untuk menyaksikkan pertandingan seutuhnya dari pertandingan PSG.LGD vs Team Aster, berikut videonya:
BACA JUGA: Jadwal Dota 2 TI10, hasil pertandingan, klasemen, dan cara menonton turnamen